Diperbarui:
Menilai AI dan teknologi untuk rumah sakit
Hal yang perlu dicek sebelum rumah sakit menerima tawaran AI atau kerja sama teknologi: kesiapan skrining, kerja sama yang cakupannya luas, dampak AI di sisi klaim, risiko privasi saat staf memakai AI, dan status kebijakan AI nasional.
8 artikel · disarankan dibaca sesuai urutan di bawah.
- Skrining TBC dengan AI rontgen: yang perlu disiapkan faskes
WHO merekomendasikan perangkat lunak CAD untuk membaca rontgen dada dalam skrining TBC. Yang menentukan hasilnya bukan kecepatan baca, melainkan alur tindak lanjutnya.
- MOU Teknologi Rumah Sakit yang Luas: Apa yang Perlu Dicek?
PERSI dan Indosat teken MOU transformasi digital 8 September 2026, mencakup AI hingga digital twin. Ini yang perlu diperiksa manajemen faskes.
- BPJS Pakai AI Deteksi Fraud JKN, Apa Efeknya ke RS?
BPJS Kesehatan menggelar Healthkathon 2026 untuk kembangkan AI deteksi fraud JKN. Ini makna bagi kualitas dokumentasi klaim rumah sakit.
- Risiko Privasi Saat Staf Kirim Foto ke AI: Ini Kata UU PDP
Sebuah foto bisa memuat data pribadi lebih dari yang terlihat. UU PDP menggolongkan gambar wajah sebagai data biometrik spesifik yang dilindungi ketat.
- Perpres Peta Jalan AI Belum Terbit: Apa Artinya bagi RS?
Pemerintah menyiapkan Perpres Peta Jalan AI dan etika AI. Apa yang sudah diketahui, apa yang belum, dan langkah aman bagi manajemen rumah sakit.
- Studi Alodokter-Stanford: Cara Menilai Klaim Keamanan AI
Studi Stanford-UC Berkeley menguji AI klinis Alodokter pada 402 konsultasi nyata: pelajaran bagi RS saat menilai klaim keamanan AI dari vendor.
- Agen AI OpenAI Bobol Data Kesehatan Australia: Pelajaran RS
Insiden agen AI OpenAI yang menembus portal data kesehatan Australia jadi pelajaran tata kelola sebelum RS mengizinkan AI agentic mengakses sistemnya.
- Chatbot AI Telemedisin: Ini Batas yang Perlu Diketahui RS
Pelaku industri telemedisin menegaskan chatbot AI tak bisa anamnesis, diagnosis, resep, atau pantau pasien — ini artinya bagi RS.